Makna Isra’ dan Mi’raj
Isra’ secara lughawi (bahasa) berasal dari kata asra-yusri yang berarti “berjalan di waktu malam”. Secara istilah, Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw pada suatu malam dengan waktu yang relatif singkat, dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT:
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Isra’, 17: 1).
Sementara itu, Mi’raj berasal dari kata ‘araja, ya’ruju yang berarti “naik”. Secara istilah, Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Aqsa ke langit, melewati tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha, Baitul Ma’mur, dan akhirnya menuju Arasy Allah SWT. Perjalanan ini dilakukan dalam satu malam yang sama, sebagai kelanjutan dari Isra’.
Latar Belakang Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Menurut berbagai riwayat, terdapat beberapa pandangan mengenai latar belakang terjadinya Isra’ dan Mi’raj:
- Meyakinkan Kaum Kafir dan MusyrikSebagaimana dijelaskan oleh Dr. Sulaiman Najah Ibyari dalam majalah Mimbar al-Islam (1963), mukjizat Isra’ dan Mi’raj diberikan untuk menyakinkan orang-orang kafir dan musyrik bahwa dakwah Nabi Muhammad saw benar-benar berasal dari Allah SWT.
- Menghibur Rasulullah SAWMenurut Syekh Thanthawi Ahmad Umar, tujuan Isra’ dan Mi’raj adalah untuk menghibur Rasulullah saw yang saat itu mengalami tekanan berat dalam dakwahnya, serta kesedihan akibat wafatnya dua orang terkasih, yaitu Abu Thalib dan Khadijah.
- Menguatkan Keimanan Rasulullah SAWPendapat lain menyebut bahwa tujuan utama Isra’ dan Mi’raj adalah menumbuhkan kekuatan iman dalam diri Rasulullah saw. Sebagaimana diungkapkan Dr. Abdul Halim Mahmud, perjalanan ini merupakan bukti kebesaran Allah SWT yang diberikan kepada Nabi untuk memperkuat keyakinannya.
Hikmah Peristiwa Isra’ dan Mi’raj
Peristiwa Isra’ dan Mi’raj mengandung banyak hikmah yang relevan dengan kehidupan umat manusia, di antaranya:
- Menguatkan Keimanan IndividuPerjalanan ini mengajarkan bahwa keimanan harus tetap kokoh meskipun menghadapi keadaan yang sulit dan penuh tantangan.
- Membangun Akhlak MuliaHikmah lainnya adalah pentingnya akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Budi pekerti menjadi ukuran tinggi rendahnya derajat manusia di sisi Allah SWT.
- Pentingnya Ibadah ShalatDalam peristiwa ini, Rasulullah saw menerima perintah shalat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. Hal ini menegaskan pentingnya shalat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
- Memahami Nilai Spiritual dan SosialIsra’ dan Mi’raj memberikan pelajaran untuk membangun keseimbangan antara nilai spiritual dan nilai sosial, sehingga terbentuk manusia yang paripurna (insan kamil).
Kesimpulan
Isra’ dan Mi’raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi Muhammad saw. Selain sebagai tanda kebesaran Allah SWT, peristiwa ini mengandung hikmah mendalam yang relevan bagi umat manusia. Dengan memahami makna dan hikmah dari Isra’ dan Mi’raj, kita dapat memperkuat iman, meningkatkan kualitas ibadah, serta membangun akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga dari peristiwa ini.