Gadget dan Anak Prasekolah: Kapan Harus Berhenti dan Bagaimana Mengatasinya?
Pada masa prasekolah (usia 3-6 tahun), anak mengalami percepatan perkembangan otak hingga 80% dari keseluruhan otak orang dewasa, sering disebut sebagai golden age. Oleh karena itu, periode ini sangat penting dalam proses tumbuh kembang manusia, karena pertumbuhan dasar yang terjadi akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya.
Penggunaan gadget pada anak prasekolah menjadi perhatian utama bagi orang tua dan peneliti, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk fisik, motorik, psikologis, bahasa, dan sosial.
Rekomendasi Batas Ideal Durasi Penggunaan Gadget:
1 Jam Sehari (Maksimal): Para ahli dan penelitian merekomendasikan bahwa anak usia prasekolah sebaiknya berada di depan layar kurang dari 1 jam setiap harinya. Pendapat ini didukung oleh Sigman (2010) yang mengemukakan bahwa waktu ideal anak usia prasekolah dalam menggunakan gadget yaitu 30 menit hingga 1 jam dalam sehari. Okika (2017) juga menyatakan waktu ideal anak usia 2 hingga 5 tahun menggunakan gadget yaitu 30 menit hingga 1 jam dalam sehari.
Studi Kasus di TA Ridwanussholihin: Hasil studi pendahuluan di TA Ridwanussholihin Kota Malang menunjukkan bahwa dari 30 anak usia prasekolah (4-5 tahun), sebanyak 60% anak menggunakan gadget lebih dari 1 jam untuk belajar, bermain game, dan media sosial. Bahkan, ada anak yang menggunakan gadget dengan durasi cukup lama yaitu 5-9 jam per hari. Data penelitian juga menunjukkan proporsi responden yang tergolong dalam kategori normal (penggunaan gadget ≤1 jam) dan kategori lama (penggunaan gadget >1 jam) adalah seimbang, yaitu masing-masing 25 responden (50%).
Mengapa Batasan Durasi Ini Penting?
Pengaruh Terhadap Perkembangan Sosial: Penggunaan gadget yang relatif lama (>60 menit setiap hari) pada anak usia prasekolah dapat memiliki dampak negatif pada perkembangan sosial. Semakin lama durasi yang digunakan untuk bermain gadget, maka dapat memicu keterlambatan dalam proses perkembangan sosial pada anak usia prasekolah (4-5 tahun).
Kurangnya Stimulasi Langsung: Paparan gadget yang intens dapat membatasi stimulus dan optimasi perkembangan sosial. Anak-anak menjadi tidak tertarik lagi bermain dengan teman sebayanya karena lebih tertarik dengan permainan digital.
Risiko Keterlambatan Perkembangan: Dalam studi tersebut, sebagian besar responden (29 responden atau 58%) berada dalam kategori perkembangan sosial normal, namun 21 responden (42%) berada dalam kategori perkembangan “suspect”. Dari responden yang masuk kategori “suspect” perkembangan sosial, hampir setengahnya (16 responden atau 32%) tergolong dalam durasi penggunaan gadget lebih dari 1 jam. Penelitian lain juga membuktikan jika anak yang membatasi penggunaan gadgetnya dengan durasi <1 jam menunjukkan perkembangan sosial-emosional yang positif, sementara anak yang menggunakan gadget dengan durasi >1 jam mengalami kendala dalam perkembangan sosial-emosional.
Dampak Negatif Lainnya: Gadget membuat anak semakin mudah mendapatkan akses media informasi dan teknologi, sehingga anak-anak menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Mereka lebih memilih untuk duduk dan menikmati dunia di dalam gadget. Keadaan ini dapat berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik dari segi fisik, motorik, psikologis, bahasa, dan sosial. Selain itu, anak-anak akan lebih sulit berkonsentrasi pada dunia nyata karena terbiasa dengan dunia digitalnya. Penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan anak mudah teralihkan, kehilangan konsentrasi, merasa cemas, gelisah, bahkan menunjukkan reaksi seperti menangis atau marah.
Peran Orang Tua dalam Mengelola Penggunaan Gadget:
Oleh karena itu, pada masa ini orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengawasi anak-anaknya dalam menggunakan gadget. Orang tua perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan gadget pada anak mereka serta selalu mendampingi anak ketika menggunakan gadget. Pengawasan dan keterlibatan orang tua dalam aktivitas anak dengan gadget dapat berbeda, namun orang tua yang menetapkan batasan waktu yang jelas dan konsisten dapat memengaruhi seberapa lama anak terlibat dalam aktivitas digital. Penting bagi orang tua untuk memahami dampak dari durasi penggunaan gadget pada anak usia prasekolah (4-5 tahun) dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memastikan penggunaan yang seimbang dan positif, termasuk pilihan konten, pengawasan, dan pembatasan waktu.
Meskipun gadget dapat menjadi alat tambahan untuk mendukung perkembangan sosial anak, ia tidak boleh menjadi pengganti secara keseluruhan interaksi sosial langsung.
Sumber Pembahasan:
- Rismala, M. O., Firdaus, A. D., & Febriani, R. T. (2024). Hubungan Antara Durasi Penggunaan Gadget Dengan Perkembangan Sosial Anak Usia Prasekolah (4-5 tahun). Jurnal Ilmiah Keperawatan Stikes Hang Tuah Surabaya, 19(01), 67-75.